NasionalPendidikan

Wakil Rektor II UHT Paparkan Strategi Penguatan Profesionalisme Prajurit Laut di Seminar Hari Armada 2025

2684
×

Wakil Rektor II UHT Paparkan Strategi Penguatan Profesionalisme Prajurit Laut di Seminar Hari Armada 2025

Sebarkan artikel ini

Indonesiajayanews.com-Surabaya, 10 Desember 2025 — Universitas Hang Tuah (UHT) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) maritim. Wakil Rektor II UHT, Laksda TNI (Purn) Dr. Iwan Isnurwanto, S.H., M.A.P., M.Tr.(Han), tampil sebagai narasumber utama dalam Seminar Hari Armada RI 2025 yang digelar oleh Koarmada II.

Seminar mengangkat tema “Penguatan Sumber Daya Manusia Koarmada RI sebagai Pilar Pertahanan Maritim dalam Bingkai Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045.”

Acara dibuka dengan penyampaian amanat dari Pangkoarmada RI, yang pada kesempatan ini diwakili oleh Kepala Staf Koarmada RI  Laksda TNI Heri Triwibowo, S.E., M.Si., Dalam amanat tersebut, ditegaskan bahwa pembangunan kekuatan maritim nasional sangat bergantung pada profesionalisme serta kesiapan prajurit laut dalam menghadapi tantangan keamanan modern.

“Prajurit Koarmada RI harus memiliki kesiapan operasi tinggi, pemahaman geopolitik kawasan serta kemampuan respons cepat terhadap ancaman laut dan siber. Penguatan SDM maritim adalah kunci menjaga kedaulatan dan stabilitas laut nusantara,” ujar Laksda TNI Heri Tri Wibowo saat membacakan amanat.

Beliau juga menekankan pentingnya kolaborasi strategis antara militer, akademisi dan industri maritim, termasuk institusi pendidikan seperti UHT, sebagai bagian dari pengembangan SDM unggul.

Dalam materi utamanya, Dr. Iwan menguraikan bahwa profesionalisme prajurit laut harus dibangun melalui integrasi tiga aspek penting:

            •           Kompetensi teknis — navigasi, peperangan laut, alutsista modern

            •           Karakter dan etika militer: disiplin, loyalitas, integritas

            •           Kemampuan intelektual:  analisis geopolitik, hukum laut, diplomasi maritim

Ia menggarisbawahi bahwa berkembangnya ancaman kontemporer: pelanggaran wilayah, IUU Fishing, penyelundupan, konflik regional, hingga ancaman siber maritim membuat tuntutan terhadap prajurit semakin kompleks.

“Profesionalisme Prajurit Laut adalah pilar utama pertahanan maritim dan kedaulatan nasional,” tegas Dr. Iwan.

Dalam paparannya, WR II UHT menjelaskan bahwa arah pembangunan nasional yang tertuang dalam Asta Cita memberikan kerangka strategis bagi TNI AL untuk memperkuat postur pertahanan laut melalui:

            •           modernisasi sistem komando dan alutsista

            •           penguatan pendidikan dan pelatihan berbasis teknologi

            •           peningkatan kesejahteraan dan support bagi prajurit dan keluarganya

            •           pemerataan pembangunan fasilitas pertahanan di seluruh wilayah operasi

Menurutnya, tanpa SDM yang unggul, modernisasi pertahanan laut tidak dapat mencapai hasil maksimal.

Beberapa tantangan yang disorot antara lain: keterbatasan alutsista dan infrastruktur, kesenjangan teknologi dan SDM serta isu kesejahteraan dan tata karier prajurit. Untuk itu, Dr. Iwan menyarankan:

            •           Revitalisasi sistem pendidikan dan pelatihan TNI AL

            •           Pengembangan pusat pelatihan spesialis berbasis teknologi

            •           Penguatan reward dan punishment serta sistem karier yang adil.

Seminar dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung aktif. Beberapa isu strategis yang diangkat peserta antara lain:

            •           kesiapan alutsista dan teknologi modern

            •           ancaman siber dan keamanan maritim non-militer

            •           peran institusi pendidikan seperti UHT dalam mendukung TNI AL

            •           kesejahteraan, moral dan kesiapan mental prajurit

Dr. Iwan memberikan tanggapan mendalam, termasuk pentingnya sinergi antara militer, akademisi dan industri untuk membangun SDM maritim yang tangguh dan adaptif.

Acara ditutup dengan penyerahan cendera mata sebagai simbol apresiasi terhadap narasumber serta kerja sama institusional. Setelah itu dilakukan sesi foto bersama yang mengabadikan semangat kebersamaan antara Koarmada II, UHT dan seluruh peserta seminar dalam misi memperkuat pertahanan maritim Indonesia.( Arifin)