Uncategorized

Dosen dan Mahasiswa FISIP UHT Raih Penghargaan Putri dan Bunda Berkebaya pada Peringatan Hari Ibu 2025

38
×

Dosen dan Mahasiswa FISIP UHT Raih Penghargaan Putri dan Bunda Berkebaya pada Peringatan Hari Ibu 2025

Sebarkan artikel ini

Surabaya Indonesiajayanews.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan sivitas akademika Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hang Tuah (UHT) dalam rangka Peringatan Hari Ibu 2025. Dosen FISIP UHT, Deasy Arieffiani, S.IP., M.Si, berhasil meraih Juara Favorit Bunda Berkebaya kategori Pelestari Kebaya pada ajang Lomba Bunda Berkebaya yang diselenggarakan oleh Komunitas Bunda Milenial Surabaya di Royal Plaza Surabaya, Jumat (19/12/2025).

Tak hanya dosen, dua mahasiswi Program Studi Administrasi Bisnis FISIP UHT juga turut mengharumkan nama kampus. Yaashinta berhasil meraih Juara Harapan 2 Putri Berkebaya, sementara Dewi Amaliyah Firnanda meraih Juara Harapan 3 Putri Berkebaya.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 23 finalis terpilih dari total 159 peserta. Dewan juri terdiri atas Sisca Rumondor, S.Kom (Ketua Umum dan Founder Sedulur Bunda Milenial Jakarta), Dr. Endri Haryati, SE, MM (Direktur Lembaga Penerbangan Angkasa AVIA Jakarta), Dr. Rr. Dyah Eko Setyowati, S.Sos., SE., MM (Ketua Bunda Milenial Surabaya), serta Dr. Emeralda Ayu Kusuma (Dosen STIESIA Surabaya).

Selain lomba, seluruh peserta juga mengikuti rangkaian talkshow refleksi Hari Ibu dengan tema “Hari Ibu, Tonggak Sejarah Kebangkitan Perjuangan Perempuan Indonesia: Melestarikan Berkebaya Warisan Budaya yang Diakui UNESCO”.

Ketua Penyelenggara, Dr. Rr. Dyah Eko Setyowati, S.Sos., SE., MM, menyampaikan bahwa kegiatan Putri Berkebaya dan Bunda Berkebaya merupakan bentuk komitmen Bunda Milenial dalam melestarikan kebaya di berbagai kesempatan, khususnya di kalangan Generasi Z. Menurutnya, pengenalan kebaya bertujuan memperkuat identitas budaya dan peran perempuan Indonesia, terlebih setelah kebaya secara resmi diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia oleh UNESCO, dengan sertifikat yang diterima Indonesia pada 2 Desember 2025 di Museum Nasional.

Sementara itu, Deasy Arieffiani, S.IP., M.Si mengungkapkan apresiasinya atas penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menyebutkan bahwa sejak tahun 2006, dirinya secara konsisten mengajak mahasiswa dalam Mata Kuliah Pancasila dan Kewarganegaraan, serta rekan sejawat dosen, untuk mengenakan kebaya selain batik dalam kegiatan pembelajaran dan acara-acara khusus di lingkungan kampus.

“Saya tidak pernah menyangka kebiasaan tersebut mendapatkan perhatian dan apresiasi dari Komunitas Bunda Milenial Surabaya hingga menjadi salah satu aspek penilaian dalam kategori Bunda Pelestari Kebaya,” ujarnya usai menerima trofi dan sertifikat penghargaan.

Melalui kegiatan ini, lanjut Deasy, Generasi Z tidak hanya diajak memahami makna filosofis kebaya, tetapi juga mengenal ragam motif dan jenis kebaya nusantara, sekaligus memperoleh inspirasi dari perempuan-perempuan mandiri yang tergabung dalam Komunitas Bunda Milenial Surabaya.

Kini, kebaya tidak lagi eksklusif dikenakan dalam upacara adat atau acara budaya semata, tetapi juga nyaman digunakan di kantor, kampus, serta berbagai kegiatan formal maupun informal. Kebaya memancarkan keanggunan, elegansi, serta nilai kemandirian dan keteguhan perempuan Indonesia.

Selamat Hari Ibu 2025. ( Arifin)