SURABAYA, Indonesiajayanews.com – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) melalui Fakultas Kedokteran terus memperkuat kontribusinya dalam menjawab tantangan kesehatan nasional melalui pembukaan dua Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), yaitu Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) serta Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi.
Peluncuran dua PPDS itu dilakukan secara bersama-sama dengan dua Fakultas Kedokteran lain, yakni Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra (UC) dengan dua PPDS dan Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuang (UHT) sebanyak lima PPDS, Sabtu (21/2).
PPDS Obstetri dan Ginekologi Unusa mengusung visi menghasilkan dokter spesialis yang unggul, transformatif, dan humanistik berlandaskan nilai-nilai Ibnu Sina, serta kompeten dalam tata kelola antenatal berbasis nutrisi janin.
Pendekatan ini menempatkan kesehatan janin sebagai fondasi kualitas kesehatan manusia sepanjang hayat, sekaligus menjadi strategi pencegahan stunting dan peningkatan kualitas generasi masa depan.
Sementara itu, PPDS Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Unusa dirancang untuk menghasilkan dokter spesialis pulmonologi yang unggul, inovatif, dan profesional berlandaskan nilai Islami, memiliki daya saing global dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mampu memberikan pelayanan komprehensif dengan keunggulan khusus pada penanggulangan tuberkulosis.
Penguatan bidang pulmonologi menjadi sangat penting mengingat Indonesia masih menghadapi beban tuberkulosis yang tinggi. Secara global, Indonesia menempati peringkat kedua kasus tuberkulosis setelah India. Di tingkat nasional, Jawa Timur berada pada peringkat kedua kasus tuberkulosis setelah Jawa Barat, menjadikan penguatan kapasitas dokter spesialis respirasi sebagai kebutuhan mendesak.

Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Triyogi Yuwono, DEA., menyampaikan bahwa pengembangan dua program spesialis ini merupakan langkah strategis untuk menjawab tantangan kesehatan bangsa dari hulu hingga hilir.
“Kesehatan generasi bangsa dimulai sejak dalam kandungan dan harus dijaga sepanjang kehidupan. Melalui penguatan pendidikan spesialis di bidang kesehatan ibu dan penyakit respirasi, Unusa berkomitmen memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia.”
Dekan Fakultas Kedokteran Unusa, Dr. dr. Handayani, menambahkan bahwa kedua program ini dirancang tidak hanya untuk menghasilkan dokter spesialis yang unggul secara klinis, tetapi juga memiliki integritas moral dan kepedulian sosial.
“Kami mengintegrasikan keunggulan ilmu pengetahuan, nilai kemanusiaan, dan nilai-nilai keislaman dalam pendidikan dokter spesialis. Lulusan diharapkan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang profesional, beretika, serta responsif terhadap tantangan kesehatan masyarakat, khususnya kesehatan ibu-anak dan tuberkulosis.”
Kedua program ini diharapkan menjadi pusat keunggulan pendidikan spesialis yang berkontribusi pada pencegahan penyakit sejak awal kehidupan, pengendalian penyakit menular strategis, serta penguatan sistem pelayanan kesehatan berbasis komunitas dan teknologi.
Dengan visi menuju tahun 2035, FK Unusa menargetkan lahirnya dokter spesialis yang berdaya saing global, mampu memimpin transformasi layanan kesehatan, serta berperan aktif dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia. (Arifin/Humas Unusa)













