Pemerintahan

Waspadai Scam dan Investasi Bodong, Kominfo Jatim Perkuat Literasi Digital Lewat Cerdig Jilid XIII

14
×

Waspadai Scam dan Investasi Bodong, Kominfo Jatim Perkuat Literasi Digital Lewat Cerdig Jilid XIII

Sebarkan artikel ini

Surabaya, Indonesiajayanews.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Jatim mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital seperti scam, phishing, hingga investasi bodong yang marak terjadi di ruang siber.

Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Cerdig – Cerdas Digital Beruang Siber (Bedah Ruang Siber) Jawa Timur Jilid XIII bertema “THR Utuh, Data Tangguh: Gembok Data Pribadi, Lepas dari Jebakan Scam dan Investasi Bodong” yang digelar secara daring, Rabu (11/3/2026).

Kepala Dinas Kominfo Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin, dalam sambutannya mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong peningkatan literasi digital masyarakat melalui program Cerdig. Program ini menjadi salah satu upaya untuk memperkuat pemahaman dan kapasitas masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan di ruang digital.

Menurutnya, literasi digital yang kuat sangat penting agar masyarakat mampu memanfaatkan teknologi secara aman dan produktif. “Melalui program Cerdig ini, kami ingin mendorong masyarakat Jawa Timur tidak hanya menjadi cerdas digital, tetapi juga aman di ruang digital. Teknologi harus dimanfaatkan secara bijak, produktif, dan bertanggung jawab untuk mendukung Jawa Timur sebagai gerbang baru Nusantara,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi Dinas Kominfo Jatim, Achmad Fadhlil Chusni, mengatakan perkembangan teknologi informasi telah memberikan kemudahan besar dalam berbagai aktivitas, termasuk transaksi keuangan digital. Namun, di balik kemudahan tersebut juga terdapat potensi ancaman kejahatan siber.

Ia menjelaskan, menjelang hari raya ketika masyarakat menerima Tunjangan Hari Raya (THR) dan aktivitas transaksi meningkat, berbagai modus penipuan digital kerap muncul dan menyasar masyarakat. “Kejahatan siber saat ini semakin manipulatif. Pelaku memanfaatkan momentum hari besar dengan iming-iming keuntungan cepat, diskon palsu, maupun tautan berbahaya untuk menjebak masyarakat, menguras aset finansial, dan menyalahgunakan identitas digital secara ilegal,” kata Fadhlil saat membuka kegiatan Cerdig mewakili Kadis Kominfo Jatim.

Fadhlil berharap kegiatan ini dapat menjadi benteng literasi digital bagi masyarakat agar lebih tangguh menghadapi ancaman siber, khususnya di sektor finansial. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi masif untuk melindungi ruang siber di Jawa Timur dari berbagai praktik kejahatan digital.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir narasumber Budi Rahardjo, dosen Institut Teknologi Bandung sekaligus Founder dan Chairman ID-CERT (Indonesia Computer Emergency Response Team).

Ia mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap berbagai ancaman penipuan digital dan serangan siber yang kian beragam. “Jangan mudah terbujuk oleh berbagai rayuan finansial dan jangan pernah membagikan data pribadi kita kepada pihak lain,” ujarnya.

Selain itu, Budi juga mengingatkan masyarakat agar lebih selektif dalam mengunduh dan menginstal aplikasi di telepon genggam, karena tidak sedikit aplikasi yang berpotensi mengambil atau mengakses data pribadi penggunanya tanpa disadari.(Arifin/Kominfo)