PeristiwaTNI dan Polri

Polda Jatim Pastikan Situasi Terkendali dan Tidak Ada Korban Jiwa pasca Ledakan di Masjid Jember

19
×

Polda Jatim Pastikan Situasi Terkendali dan Tidak Ada Korban Jiwa pasca Ledakan di Masjid Jember

Sebarkan artikel ini

Jember, Indonesiajayanews.com – Kapolda Jawa Timur Nanang Avianto menyampaikan perkembangan terkait peristiwa ledakan yang terjadi di salah satu masjid di Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, pada Senin (16/3/2026) lalu sekitar pukul 20.00 WIB.

Dalam keterangannya, Kapolda Jatim mengatakan bahwa saat ini tim kepolisian bersama unsur terkait lainnya telah berada di lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan area, serta olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Petugas langsung bergerak cepat melakukan pengamanan dan penanganan di lokasi kejadian,” ujarnya, Selasa (17/3/2026) di Mapolres Jember.

Ia menegaskan, kondisi terkini di lokasi sudah dalam keadaan terkendali. Petugas masih melakukan sterilisasi area, guna memastikan situasi benar-benar aman.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, dipastikan tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Sampai saat ini tidak ada laporan korban jiwa. Namun, kami masih terus melakukan pendalaman terkait penyebab pasti ledakan,” jelasnya.

Irjen Pol Nanang Avianto menjelaskan, tim gabungan dari Polres Jember dan Polda Jatim, termasuk unit identifikasi, Laboratorium Forensik (Labfor), tim penjinak bom (JIBOM), serta tim investigasi dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum), tengah bekerja untuk mengungkap penyebab kejadian.

Sejumlah langkah telah dilakukan oleh kepolisian, di antaranya mengamankan lokasi kejadian, melakukan sterilisasi area, olah TKP, pengumpulan barang bukti, serta memeriksa saksi-saksi di sekitar lokasi.

Polisi juga berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk perangkat RT/RW setempat untuk menjaga keamanan wilayah.

Kapolda Jatim turut mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi yang dapat menimbulkan keresahan,” pungkasnya.(NoviSH)