NasionalPemerintahan

Tiga Prajurit TNI Gugur, Presiden Prabowo Kecam Serangan terhadap Pasukan UNIFIL

1364
×

Tiga Prajurit TNI Gugur, Presiden Prabowo Kecam Serangan terhadap Pasukan UNIFIL

Sebarkan artikel ini

Jakarta, Indonesiajayanews.com – Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan duka mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.

Kepala Negara sekaligus mengecam keras serangan yang menargetkan pasukan penjaga perdamaian tersebut.
“Kami, saudara-saudara sebangsa dan setanah air mengecam keras setiap tindakan keji yang merusak perdamaian dan menyebabkan gugurnya para prajurit terbaik bangsa,” tegas Prabowo.

Prabowo mengatakan negara akan selalu hadir untuk menghormati jasa para prajurit yang gugur, menjaga kehormatan mereka, serta memastikan pengorbanan tersebut tidak dilupakan oleh bangsa.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melanjutkan semangat para prajurit dalam menjaga perdamaian dunia dan memperkuat persatuan nasional.

“Mari kita lanjutkan semangat dan tekad untuk menjaga perdamaian, serta tidak memberi ruang bagi siapapun yang berusaha memecah belah kebersamaan,” ucapnya.

Tiga prajurit TNI yang gugur adalah Mayor Inf (Anm) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anm) Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda (Anm) Farizal Rhomadon.

Pada Sabtu (4/4), Prabowo turut menghadiri prosesi penyambutan kenegaraan jenazah di Bandara Soekarno-Hatta dengan memberikan penghormatan terakhir saat peti jenazah dibalut bendera Merah Putih.

Dalam sepekan terakhir, tercatat tiga serangan terhadap pasukan perdamaian yang mengakibatkan tiga prajurit Indonesia gugur dan delapan lainnya mengalami luka-luka.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan Indonesia telah meminta Dewan Keamanan PBB menggelar rapat darurat.

“Kita mengutuk keras serangan terhadap penjaga perdamaian dan menuntut dilakukan investigasi menyeluruh,” tegas Sugiono.

Indonesia juga mendesak evaluasi sistem perlindungan bagi pasukan perdamaian, mengingat mandat mereka adalah menjaga stabilitas, bukan terlibat dalam operasi tempur. (Kholis)