Pendidikan

Fokus pada Terapi Hiperbarik dan Kemaritiman Universitas Hang Tuah Buka Lima PPDS

1
×

Fokus pada Terapi Hiperbarik dan Kemaritiman Universitas Hang Tuah Buka Lima PPDS

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, Indonesiajayanews.com – Bertempat di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Universitas Hang Tuah (UHT) Surabaya melakukan peluncuran bersama Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). Sabtu (21/2/2026)

Momentum ini menjadi tonggak penting dalam penguatan pendidikan dokter spesialis di Jawa Timur yang berbasis kolaborasi, inovasi, dan keunggulan tematik masing-masing institusi.
Salah satu kekuatan utama dalam peluncuran ini adalah kontribusi lima Program Studi Spesialis dari Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah (FK UHT) yang mengusung kekhasan layanan kedokteran berbasis hiperbarik dan maritim. Diferensiasi ini menjadi sangat relevan dalam menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat pesisir dan kepulauan Indonesia sebagai negara maritim.

Kelima PPDS FK UHT masing-masing; spesialis Ilmu Kesehatan Anak yang fokus pada pengembangkan terapi pediatrik neurohiperbarik untuk mendukung penanganan gangguan neurologis pada anak, dilengkapi layanan NICU serta Ambulans NETS (Neonatal Emergency Transport System) terintegrasi untuk stabilisasi dan transportasi neonatal risiko tinggi secara cepat dan aman; Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif, menitikberatkan pada terapi oksigen hiperbarik pada pasien kritis sebagai bagian dari tata laksana komprehensif di ICU dengan kompetensi pelayanan anestesi dan terapi intensif di Kapal Rumah Sakit guna mendukung sistem kesehatan maritim dan kegawatdaruratan wilayah kepulauan.

Ketiga spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, mengusung konsep Kedokteran Jantung Maritim dengan integrasi terapi hiperbarik pada penyakit kardiovaskular tertentu serta penguatan aspek kesehatan jantung kelautan bagi masyarakat pesisir dan pelaut; spesialis Obstetri dan Ginekologi, dengan mengembangkan layanan kesehatan reproduksi wanita berbasis terapi hiperbarik sebagai inovasi pendukung dalam tata laksana kondisi klinis tertentu, dengan tetap mengedepankan keselamatan pasien dan praktik berbasis bukti, dan spesialis bedah, yang menekankan pada tata laksana kasus bedah vaskular dengan pemanfaatan terapi hiperbarik sebagai terapi adjuvan untuk mempercepat penyembuhan luka dan meningkatkan oksigenasi jaringan.

Dalam sambutannya, Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Triyogi Yuwono, DEA., menyampaikan bahwa peluncuran bersama ini merupakan simbol kolaborasi strategis antarperguruan tinggi dalam memperkuat layanan kesehatan nasional.

“Peluncuran bersama PPDS ini bukan sekadar pembukaan program studi, tetapi merupakan pernyataan komitmen bersama untuk menghadirkan pendidikan dokter spesialis yang adaptif, kolaboratif, dan berbasis keunggulan institusi masing-masing. Unusa bangga menjadi tuan rumah momentum penting ini, karena kolaborasi adalah kunci untuk menjawab tantangan layanan kesehatan Indonesia ke depan, terutama di era transformasi sistem kesehatan nasional.”

Sementara Rektor Universitas Hang Tuah, Laksamana Muda TNI (Purn) Dr. Ir. Avando Bastari, M.Phil., M.Tr.Opsla., IPM., ASEAN Eng, mengatakan peluncuran PPDS ini adalah wujud nyata dukungan UHT terhadap program strategis pemerintah dalam mengatasi kekurangan dokter spesialis di Indonesia. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, tantangan layanan kesehatan kita tidak hanya soal jumlah, tetapi juga distribusi dan relevansi kompetensi.

“UHT mengambil posisi strategis dengan membangun pendidikan spesialis yang berbasis kemaritiman dan terapi hiperbarik. Ini bukan sekadar diferensiasi akademik, melainkan kontribusi konkret untuk sistem pertahanan kesehatan nasional, khususnya bagi masyarakat pesisir, wilayah terpencil, dan kawasan kepulauan,” katanya.

Dikatakannya, UHT ingin memastikan bahwa setiap lulusan PPDS-nya tidak hanya unggul secara klinis, tetapi juga memiliki perspektif geopolitik kesehatan maritim.

“Indonesia membutuhkan dokter spesialis yang siap bertugas di rumah sakit rujukan nasional, kapal rumah sakit, maupun daerah 3T. Inilah komitmen UHT untuk menghadirkan pendidikan kedokteran yang berorientasi pada kedaulatan dan ketahanan bangsa.”

Dekan FK UHT, Laksamana Pertama TNI (Purn) Benny Jovie, dr., Sp.JP (K)., FIHA
menambahkan, kehadiran lima PPDS di FK UHT merupakan respons akademik terhadap kebutuhan riil bangsa.

“Pemerintah telah menegaskan pentingnya percepatan pemenuhan dokter spesialis, dan kami hadir dengan pendekatan yang terintegrasi antara pendidikan, pelayanan, dan inovasi klinis. Keunggulan terapi hiperbarik yang terintegrasi dalam berbagai bidang, menjadi kekuatan unik kami,” katanya.

Dijelaskannya, UHT tidak hanya mencetak spesialis, tetapi membangun ekosistem keilmuan yang adaptif terhadap tantangan masa depan, termasuk kegawatdaruratan maritim dan penyakit-penyakit dengan kompleksitas tinggi. FK UHT berkomitmen menjadi pusat pengembangan kedokteran hiperbarik dan maritim di Indonesia.

“Diferensiasi tematik seperti pengembangan kedokteran hiperbarik dan maritim menjadi contoh bagaimana perguruan tinggi harus membangun keunikan berbasis kebutuhan bangsa. Sebagai negara kepulauan terbesar, Indonesia membutuhkan model pendidikan dokter spesialis yang memahami konteks kemaritiman. Apa yang dikembangkan FK UHT menjadi kontribusi nyata bagi ekosistem kesehatan nasional,” katanya menjelaskan. (Arifin/Humas UHT)