Jakarta, Indonesiajayanews.com – Green SM Indonesia dan Bank Central Asia (BCA) pada 3 April lalu menandatangani perjanjian pinjaman investasi senilai Rp600 miliar dengan tenor lima tahun, sebagai langkah strategis dalam mendukung pertumbuhan bisnis dan mobilitas berkelanjutan di Indonesia.
Fasilitas pinjaman investasi ini ditujukan untuk mendukung kesiapan operasional serta keberlanjutan layanan Green SM Indonesia. Fasilitas tersebut menyediakan struktur pendanaan yang stabil guna mendukung pendekatan pertumbuhan perusahaan yang terukur serta memastikan konsistensi layanan di berbagai kota tempat Green SM beroperasi.
Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari kolaborasi yang telah terjalin sejak peluncuran Green SM di Jakarta pada Desember 2024. Sejak saat itu, kedua pihak telah menghadirkan berbagai inisatif yang berfokus pada pelanggan akses layanan dan kesadaran terhadap transportasi ramah lingkungan.
SVP Corporate Banking BCA, Denny Haryanto mengatakan: “Perjanjian ini mencerminkan pendekatan kami dalam mendukung bisnis yang memiliki visi jangka panjang. Transportasi berkelanjutan semakin penting bagi pembangunan perkotaan di Indonesia. Melalui kerja sama ini, kami mendukung inisiatif yang sejalan dengan ketahanan ekonomi jangka panjang serta tanggung jawab terhadap lingkungan.”

Sementara itu, Managing Director Green SM Indonesia, Deny Tjia, menyampaikan bahwa perjanjian ini mencerminkan kepercayaan yang dibangun melalui kerja sama yang konsisten dan kesamaan nilai. “Perjanjian pinjaman investasi ini merupakan bentuk pengakuan terhadap model operasional yang disiplin serta orientasi pengembangan jangka panjang yang terus dijalankan Green SM Indonesia sejak tahap awal. Fasilitas ini semakin memperkuat fondasi keuangan perusahaan untuk mendukung layanan yang stabil dan konsisten di berbagai kota tempat kami beroperasi.”
Saat ini, Green SM Indonesia telah beroperasi di sejumlah wilayah, termasuk Jakarta, Makassar, Bekasi, Surabaya, dan Bali. Melalui layanan taksi listrik, Green SM menghadirkan solusi mobilitas yang lebih bersih, andal, dan relevan dengan kebutuhan perkotaan yang terus berkembang.
Melalui perjanjian ini, Green SM Indonesia dan BCA menegaskan kembali pandangan bersama bahwa transisi menuju mobilitas perkotaan berkelanjutan tidak hanya memerlukan teknologi kendaraan listrik, tetapi juga struktur pendanaan yang kuat, tata kelola yang bertanggung jawab, serta komitmen jangka panjang. Perjanjian pinjaman investasi ini menjadi langkah nyata dalam mendukung transformasi tersebut di tengah lanskap mobilitas Indonesia yang terus berkembang. (Red)











