Ketua IMI Kota Surabaya Samsurin saat bersama Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi
Surabaya, Indonesiajayanews.com – Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Surabaya menegaskan bahwa kegiatan latihan bersama (latber) otomotif yang tidak melalui koordinasi dan rekomendasi resmi IMI merupakan kegiatan ilegal dan berpotensi membahayakan keselamatan peserta.
Ketua IMI Kota Surabaya, Samsurin, mengatakan pihaknya telah menerima informasi adanya kegiatan latber yang dipromosikan melalui media sosial, namun hingga saat ini tidak pernah ada surat permohonan, koordinasi teknis, maupun izin resmi yang masuk ke IMI Kota Surabaya maupun IMI Jawa Timur.
“IMI adalah satu-satunya induk organisasi otomotif yang diberi kewenangan regulasi teknis dan keselamatan. Setiap kegiatan latihan bersama di wilayah Surabaya wajib melalui rekomendasi IMI. Jika tidak, itu jelas ilegal,” tegas Samsurin, selasa (27/1/2026)
Menurut Samsurin, IMI telah berupaya melakukan komunikasi dengan pihak penyelenggara untuk membahas aspek teknis dan keselamatan. Namun, upaya tersebut tidak pernah ditindaklanjuti secara serius, bahkan tidak pernah terjadi pertemuan resmi untuk membahas standar pelaksanaan kegiatan.
Ia menyoroti rencana pelibatan pelajar sebagai peserta, termasuk adanya tarif biaya pendaftaran. Hingga kini, kata dia, tidak ada kejelasan terkait jaminan keselamatan, asuransi, tim medis, maupun koordinasi dengan Dinas Pendidikan.
“Kalau pelajar dilibatkan, apakah Dinas Pendidikan tahu? Apakah ada jaminan asuransi dan keselamatan? Ini bukan hal sepele. Keselamatan peserta adalah tanggung jawab utama,” ujarnya.
Samsurin menegaskan bahwa semangat stop balap liar tidak boleh disalahgunakan menjadi komoditas bisnis melalui kegiatan yang tidak memiliki standar, regulasi, dan pengawasan resmi. Menurutnya, pembinaan otomotif harus dilakukan secara terstruktur, edukatif, dan aman.
“Stop balap liar itu harus dibarengi pembinaan yang benar. Bukan dijadikan ladang bisnis. IMI selama ini melakukan pembinaan melalui edukasi, latihan resmi, dan seleksi atlet yang jelas,” katanya.
Atas dasar itu, IMI Kota Surabaya atas instruksi IMI Jawa Timur meminta seluruh kegiatan latihan bersama yang tidak berizin dan tidak terkoordinasi secara resmi untuk segera dihentikan.
“Kami terbuka untuk koordinasi dan kerja sama. Tapi syaratnya jelas: patuh regulasi, mengutamakan keselamatan, dan tidak merusak tatanan pembinaan olahraga otomotif di Kota Surabaya,” pungkas Samsurin.(Dodi nice)













