Pendidikan

Inovasi Sistem Pendinginan Biji Kopi di “Under Construction Roastery”, Sidoarjo oleh Tim PKM Fakultas Vokasi UNESA

20
×

Inovasi Sistem Pendinginan Biji Kopi di “Under Construction Roastery”, Sidoarjo oleh Tim PKM Fakultas Vokasi UNESA

Sebarkan artikel ini

SIDOARJO, Indonesiajayanews.com – Sebagai bagian dari komitmen Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dalam mendukung kemajuan industri kopi lokal, tim dosen Fakultas Vokasi Unesa mengimplementasikan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di usaha kopi Under Construction Roastery yang berlokasi di Sidoarjo, Jawa Timur. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk kopi dengan memperkenalkan teknologi pendinginan biji kopi yang lebih efisien dan efektif.

Tim PKM yang dipimpin oleh Lailatus Sa’diyah Yuniar A., S.T., M.T., bersama dengan anggota tim dosen Ir. Ferly Isnomo Abdi, S.T., S.Pd., M.T., Dr. Warju, S.Pd., S.T., M.T., Sudirman Rizki Ariyanto, M.Pd., M.T., dan Susi Tri Umaroh, S.Pd., M.Pd., serta melibatkan mahasiswa Lutfi Setiawan Firmansyah, menghadirkan inovasi BECOOL (Bean Cooling System for Optimal Quality) untuk menjawab tantangan dalam proses pendinginan biji kopi pasca-roasting yang masih dilakukan secara konvensional di banyak UMKM kopi.

Sebagian besar usaha kopi skala kecil hingga menengah di Indonesia masih menggunakan metode manual dalam proses pendinginan biji kopi, yang menyebabkan ketidakkonsistenan suhu, pendinginan yang tidak merata, serta potensi penurunan kualitas rasa dan aroma kopi. Untuk mengatasi hal ini, BECOOL dirancang sebagai solusi teknologi tepat guna yang mudah digunakan, efisien, dan efektif, terutama bagi para pelaku usaha kopi yang membutuhkan sistem pendinginan yang dapat menjaga kualitas biji kopi secara optimal.
Inovasi BECOOL.

BECOOL menggunakan beberapa teknologi canggih untuk meningkatkan kualitas kopi, antara lain:
• Blower fan yang membantu mempercepat proses pendinginan biji kopi.
• Sensor suhu yang memantau dan mengontrol suhu biji kopi secara otomatis.
• Desain mekanis ergonomis yang memastikan proses pendinginan terjadi secara merata.
Dengan teknologi ini, proses pendinginan biji kopi menjadi lebih cepat, stabil, dan dapat dikontrol dengan lebih baik, yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas biji kopi.

Lokasi Penerapan
Inovasi BECOOL diterapkan di Under Construction Roastery di Sidoarjo, sebagai bagian dari implementasi teknologi tepat guna yang memberikan manfaat langsung bagi pelaku UMKM kopi lokal. Program ini juga menjadi bentuk nyata dari pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh perguruan tinggi vokasi dalam mendukung pengembangan industri kopi di Indonesia.

Manfaat Program
Penerapan sistem BECOOL memberikan berbagai manfaat signifikan, antara lain:
• Meningkatkan kualitas aroma dan cita rasa kopi.
• Mempercepat waktu pendinginan pasca-sangrai.
• Menjamin pendinginan biji kopi yang lebih merata.
• Meningkatkan daya saing UMKM kopi lokal.

Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi para pelaku usaha kopi di Indonesia dengan menerapkan teknologi sederhana namun berdampak besar terhadap kualitas produk mereka. “Kami berharap melalui BECOOL, UMKM kopi dapat mengadopsi teknologi yang mudah diterapkan namun memberikan hasil yang optimal untuk menjaga kualitas produk kopi yang dihasilkan,” ujar Lailatus Sa’diyah Yuniar A., M.T., ketua tim PKM Unesa.

Melalui inovasi ini, diharapkan industri kopi lokal dapat berkembang lebih pesat, meningkatkan kualitas produknya, dan memperkuat daya saing di pasar yang semakin kompetitif. Harapannya, teknologi ini dapat diadopsi oleh lebih banyak UMKM kopi di berbagai daerah di Indonesia, memberikan solusi yang ramah teknologi dan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas kopi lokal.(Arifin)