Surabaya, Indonesiajayanews.com – Program dialog interaktif kembali digelar oleh Televisi Republik Indonesia Jawa Timur melalui tajuk Ruang Publik dengan tema “Ekosistem Informasi Sehat, Strategi Penanganan dan Pencegahan Dampak Digital”, Rabu (4/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Studio 1 TVRI Jawa Timur ini mengangkat urgensi penguatan literasi digital di tengah derasnya arus informasi serta menghadirkan narasumber, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, dan Direktur RS Menur Jawa Timur, dr. Vitria Dewi.
Dalam dialog itu, Sherlita menekankan bahwa transformasi digital telah membuka banyak peluang di berbagai sektor, mulai dari pendidikan hingga ekonomi kreatif. Namun, menurutnya, pemanfaatan teknologi tetap harus disertai kesadaran dan kontrol diri.
Ia menambahkan, penguatan regulasi, edukasi publik, serta peran keluarga menjadi kunci dalam menjaga kualitas interaksi di ruang digital. “Perkembangan digital memberikan manfaat besar, tetapi masyarakat juga perlu memahami risikonya. Ketika penggunaan sudah mengarah pada dampak negatif, di situlah pentingnya pengendalian dan literasi digital. Jawa Timur optimistis mampu membangun ekosistem informasi yang sehat dan kompetitif,” ujarnya.
Sementara itu, dr. Vitria Dewi mengulas dampak penggunaan gawai secara berlebihan terhadap kesehatan mental, khususnya pada anak dan remaja. Ia menyebut paparan layar yang tidak terkontrol dapat memicu gangguan konsentrasi, kecemasan, hingga penurunan kualitas interaksi sosial.
“Kita memang tidak bisa menghindari digitalisasi. Namun, kita bisa mengelola penggunaannya. Tetapkan waktu khusus menggunakan gadget dan disiplin membatasi durasinya. Perlindungan terbaik dimulai dari lingkungan keluarga,” tegasnya.(Arifin/Kominfo)













