Surabaya, Indonesiajayanews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama jajaran TNI/Polri menggelar Cipta Kondisi Asuhan Rembulan pada Sabtu (7/3/2026) malam. Cipta Kondisi Asuhan Rembulan kali ini, dipimpin secara langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan diikuti oleh jajaran Perangkat Daerah (PD) di lingkungan Pemkot Surabaya.
Di kesempatan ini, Wali Kota Eri Cahyadi meninjau fasilitas parkir di sekitar Taman Bungkul dan Taman Apsari. Setibanya di lokasi, ia mengecek satu persatu kelengkapan juru parkir (jukir) serta melakukan sosialisasi dan evaluasi fasilitas parkir Non Tunai atau digital.
Saat di fasilitas parkir Taman Bungkul, ia mendapati belum adanya plakat atau tulisan pembayaran parkir Non Tunai. Oleh sebab itu, ia meminta kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya untuk memasang tulisan tersebut, sebagai tanda bahwa fasilitas parkir Non Tunai tersedia di titik parkir ini.
“Karena ini programnya permintaan warga Surabaya, kami sudah memfasilitasi maka tugasnya (Dishub) memastikan ada tulisannya (di tempat parkir) Non Tunai. Kalau nggak ada tulisannya Non Tunai, nggak jalan nanti,” kata Wali Kota Eri.
Jangan sampai, lanjut Wali Kota Eri, ada warga yang tidak tahu soal program parkir Non Tunai di Surabaya. Selain itu, ia menegaskan, tidak ingin lagi ada warga yang dimintai tarif parkir melebihi ketentuan yang berlaku.
“Jangan sampai kami sudah menyediakan (fasilitas) seperti ini, ada yang bilang bayar parkir Rp10 ribu, atau di-tarif di luar harga sesuai karcis,” tegasnya.
Tidak hanya itu, saat di lokasi ia menyoroti adanya jukir resmi yang tidak memakai tanda pengenal ketika bertugas. Saat itu juga dirinya meminta agar setiap juru parkir resmi mengenakan tanda pengenal ketika bertugas.
“Agar orang tahu kalau itu (jukir) resmi. Karena kalau nggak pakai tanda pengenal dikiranya nggak resmi, lalu me-tarif di atas standar harga, bisa ramai. Makanya, kita gunakan non tunai itu,” tuturnya.
Wali Kota Surabaya yang akrab disapa Cak Eri Cahyadi itu menyampaikan, agar Dishub memasang plakat parkir Non Tunai di seluruh titik parkir tepi jalan umum (TJU). Selain itu, ia juga ingin setiap parkir TJU dilengkapi foto jukir resmi yang bertugas di setiap titik.
Setelah meninjau titik parkir Taman Bungkul, Cak Eri bersama jajaran TNI/Polri bergeser ke Taman Apsari. Di titik ini, ia juga mengecek satu persatu kelengkapan fasilitas jukir dan parkir di area tersebut.
Cak Eri menyebutkan, temuan di dua lokasi ini kebanyak masih ada warga yang belum tahu soal fasilitas parkir Non Tunai. Hal itu, disebabkan karena kebanyakan warga masih belum terbiasa, dan sebagian ada yang belum tahu adanya sistem pembayaran parkir Non Tunai menggunakan e-wallet atau e-toll dan QRIS.
“Jadi, warga ini masih ada yang pakai tunai dan ada yang non tunai. Dari evaluasi ini, maka kita akan berikan (plakat parkir) non tunai, dan kita sediakan kartu (e-wallet). Jadi nanti ketika mereka bayar Rp5 ribu nanti isinya (saldo e-wallet) juga Rp5 ribu, sehingga warga nanti terbiasa menggunakan itu,” sebutnya.
Cak Eri menekankan, temuan-temuan tersebut menjadi bahan evaluasi jajaran Pemkot Surabaya, agar mekanisme pembayaran parkir Non Tunai bisa berjalan lebih baik ke depannya. “Nah, ini memang pengawasan harus dikuatkan, seperti tadi masih ada jukir yang nggak pakai keplek (tanda pengenal), terus ada warga yang belum terbiasa membayar parkir non tunai. Nanti kita akan sosialisasi lagi dan dibantu oleh TNI/Polri juga akan bergerak, karena bulan ini sudah berjalan semuanya,” ucapnya.
Cak Eri menambahkan, jika masih ada jukir yang tidak menggunakan atribut lengkap, maka jajaran pemkot, TNI/Polri tak segan menindak tegas. “Agar masyarakat tahu, mana yang jukir liar dan tidak. Kalau ada yang tidak pakai keplek (tanda pengenal) maka akan kita tangkap, kita lakukan terus secara masif untuk tipiring (tindak pidana ringan),” pungkasnya. (Arifin/kominfo/hms)












