Pendidikan

PKM Unesa Kembangkan Lemari Fermentasi Otomatis untuk Meningkatkan Produksi Tempe di Sidoarjo

6575
×

PKM Unesa Kembangkan Lemari Fermentasi Otomatis untuk Meningkatkan Produksi Tempe di Sidoarjo

Sebarkan artikel ini

Sidoarjo, Indonesiajayanews.com – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) terus berinovasi membantu pelaku usaha kecil agar makin produktif.

Kali ini, tim yang diketuai Ita Fatkhur Romadhoni, S.Pd., M.Pd. menghadirkan inovasi lemari fermentasi tempe otomatis dan mesin pencampur ragi untuk meningkatkan efisiensi produksi di Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (KOPTI) “Sumber Rejeki”, Desa Kedungcangkring, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo.

Selama ini, para pengrajin tempe masih menggunakan cara tradisional dalam proses fermentasi. Suhu dan kelembapan yang sulit dikontrol membuat hasil tempe tidak selalu seragam. Melihat permasalahan tersebut, tim Unesa kemudian merancang lemari fermentasi otomatis yang dilengkapi dengan sensor suhu, pengatur kelembapan, dan sistem exhaust fan agar kondisi fermentasi tetap stabil.

Tak hanya itu, tim juga memperkenalkan mesin pencampur ragi otomatis berbahan stainless steel food grade dengan kapasitas 10 kilogram/menit. Mesin ini mampu mencampur kedelai dan ragi secara merata, higienis, dan cepat.

Dengan teknologi tersebut, proses produksi menjadi lebih efisien, dan hasil tempe lebih konsisten, lebih higinis dan kualitasnya meiningkat.
Ketua KOPTI “Sumber Rejeki”, Suyanto, mengaku sangat terbantu dengan hadirnya inovasi ini. “Biasanya kami butuh waktu lama dan hasilnya tidak selalu bagus, apalagi saat musim hujan. Sekarang proses peragiannya lebih cepat dan merata dan proses fermentasinya lebih optimal, tempenya matang sempurna,” tuturnya dengan senyum puas.

Selain membawa inovasi teknologi, tim PKM Unesa juga memberikan pelatihan manajemen keuangan. Melalui pelatihan ini, pengrajin tempe didorong untuk lebih tertib dalam pencatatan arus keuangan usaha, agar usahanya dapat berkembang menjadi usaha yang tangguh dan mandiri.
Program PKM ini juga sejalan dengan upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya di bidang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (SDG 9) serta Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (SDG 12). Dengan kolaborasi antara dunia kampus dan masyarakat, diharapkan industri tempe lokal dapat tumbuh lebih modern, efisien, dan berdaya saing tinggi.
Sebagai penutup, tim PKM dan mitra menyampaikan terima kasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang telah mendanai kegiatan ini melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM). Dukungan tersebut menjadi kunci keberhasilan program dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat Sidoarjo.(Arifin)