Gresik, Indonesiajayanews.com – Kegiatan Rukyatul Hilal Awal Bulan Ramadhan 1447 H dilaksanakan pada Selasa (17/2/2026) pukul 16.00 WIB hingga selesai di Balai Rukyat NU Condrodipo, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Kegiatan yang dihadiri sekitar 95 orang tersebut berlangsung khidmat dan penuh harap menyambut datangnya bulan suci.
Balai Rukyat NU Condrodipo yang terletak di Jalan Mayjen Sungkono, Kebomas, menjadi salah satu titik strategis pemantauan hilal di Kabupaten Gresik. Kegiatan ini berada di bawah tanggung jawab Bapak Muchyiddin Hasan selaku Ketua Lembaga Falakiyah PCNU Gresik.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kasi Binmas Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur Munir, Wakil Ketua PCNU Gresik Ahmad Jazuli, Plt. Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik M. Ali Faiq, M.H.I., Hakim Pengadilan Agama Gresik Dra. Juraidah, Panitera PA Gresik Harno, SH, Kapolsek Kebomas Kompol Gatot Setyo Budi, S.H., M.H., perwakilan Polres Gresik AKP M. Dawud, SH, Serma Frendris mewakili Danramil Kebomas, Camat Kebomas Tri Joko Efendi, SH, KH. Abdul Muid Zahid selaku Dewan Pakar LFNU Gresik, serta para tokoh agama dan undangan lainnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan istiqosah, pembukaan, sambutan-sambutan, pembacaan doa, pembukaan sidang isbat oleh Hakim Pengadilan Agama Gresik, paparan proses rukyatul hilal, hingga pelaksanaan rukyat setelah adzan Maghrib.
Dalam sambutannya, Ahmad Jazuli menyampaikan bahwa kegiatan rukyatul hilal merupakan agenda rutin yang dilaksanakan tiga kali dalam setahun sebagai bentuk ketaatan terhadap perintah agama. “Kita diperintahkan berpuasa ketika melihat bulan dan mengakhirinya ketika melihat bulan,” ujarnya.
Sementara itu, Munir dari Kanwil Kemenag Jawa Timur menjelaskan bahwa Balai Rukyat NU Condrodipo menjadi salah satu lokasi rujukan dalam penentuan awal Ramadhan. Ia menyampaikan bahwa meskipun secara perhitungan ketinggian hilal diduga belum memenuhi kriteria, rukyat tetap dilaksanakan dan hasilnya dilaporkan ke Kementerian Agama RI.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan bahwa Bukit Condrodipo merupakan salah satu lokasi penting yang menjadi rujukan dalam penentuan awal Ramadhan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat serta memohon maaf apabila dalam penyambutan terdapat kekurangan.
Dalam paparan teknis, Muchyiddin dari LFNU Gresik menjelaskan bahwa berdasarkan hasil hisab kontemporer metode Al-Durru Al-Anieq, matahari terbenam pada pukul 17.54.23 WIB dengan posisi ketinggian hilal minus 2 derajat 8 menit 8 detik dan elongasi 1 derajat 12 menit 38 detik. Berdasarkan kriteria IRNU, tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.
Prosesi rukyatul hilal dilakukan sekitar lima menit setelah adzan Maghrib menggunakan alat kompas, GPS, laser, dan teleskop dengan kondisi cuaca cerah berawan, suhu udara 27°C, kecepatan angin 15,4 km/jam, dan kelembapan 85 persen. Berdasarkan hasil pengamatan, hilal tidak terlihat.
Terkait dengan kebersamaan, Serma Frendris yang mewakili Danramil Kebomas menyampaikan bahwa TNI melalui Koramil siap mendukung setiap kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan di wilayah binaan. “Kami hadir sebagai bentuk sinergi TNI dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, serta para tokoh agama untuk menjaga situasi tetap aman, tertib, dan kondusif. Semoga kebersamaan ini membawa keberkahan dalam menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H,” ungkapnya.
Kegiatan berlangsung dengan aman, lancar, dan penuh kekhusyukan sebagai wujud ikhtiar bersama dalam menentukan awal bulan suci Ramadhan.(Kholis/Pen0817)













