Uncategorized

Seminar Nasional INOVBOYO Hadirkan Tiga Pakar, Kupas Wawasan Kewirausahaan hingga Ekonomi Sirkular Kota Surabaya

2476
×

Seminar Nasional INOVBOYO Hadirkan Tiga Pakar, Kupas Wawasan Kewirausahaan hingga Ekonomi Sirkular Kota Surabaya

Sebarkan artikel ini

Surabaya, Indonesiajayanews.com -10 Desember 2025 — Fakultas Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hang Tuah (UHT) melalui Prodi S1 Administrasi Bisnis sukses menyelenggarakan Seminar Nasional INOVBOYO pada 10 Desember 2025 di Graha Samudera Ganesha. Acara ini menghadirkan tiga pembicara kompeten dari berbagai bidang, mulai dari kewirausahaan digital, investasi daerah, hingga model bisnis berkelanjutan. Kegiatan resmi dibuka oleh Wakil Dekan I FISIP UHT, Sasmito Jati U, S.Sos., M.AP., dan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab pada setiap pemaparan materi.

Dalam sambutannya beliau menyampaikan, Hadirnya INOVBOYO tahun ini bukan hanya sebagai agenda ilmiah rutin, tetapi sebagai ruang strategis untuk melihat masa depan—khususnya masa depan kewirausahaan, pengembangan investasi daerah dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Sesi pertama menghadirkan Aditya Tanjung, S.Kom. Seorang entrepreneur sekaligus pendiri CV Arfa Nusantara Technologi (Arfatech). Lulusan Sistem Informasi ITS (2005–2009) ini berbagi pengalaman perjalanan kariernya yang dimulai dari proyek pembuatan Student and Teacher Database di SDN Barata Jaya Surabaya.

Dalam materinya berjudul “Menjadi Pengusaha adalah Jalan Ninjaku”, Aditya menekankan pentingnya keberanian memilih jalur karier secara sadar. Ia memaparkan tren peluang bisnis digital yang saat ini tengah tumbuh pesat, seperti:

•           Bisnis jasa digital yang sedang berada “di atas angin”

•           Pengelolaan media sosial (Social Media Management)

•           Agen periklanan digital (Meta Ads, TikTok Ads, Marketplace Ads)

•           Live Shopping Agency dan Affiliate Marketing

•           Jasa desain grafis

•           Produksi konten video dan foto

•           Pemanfaatan AI Content dalam efisiensi pemasaran

“Silakan tentukan pilihanmu, dan jangan sesali jalur yang kamu pilih. Dunia digital memberi ruang besar untuk tumbuh,” tegasnya di hadapan para peserta.

Pembicara kedua, Febrina Kusumawati, S.Si., MM, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kota Surabaya, memaparkan materi bertajuk “Surabaya Kota Ramah Investasi”.

Dalam presentasinya, ia menjelaskan berbagai langkah strategis Pemkot Surabaya dalam menciptakan ekosistem usaha yang kondusif dan inklusif, meliputi:

•           Penyederhanaan regulasi dan kepastian hukum daerah

•           Digitalisasi layanan publik

•           Dukungan dan kemudahan bagi pelaku usaha mikro

•           Penguatan infrastruktur pendukung bisnis

•           Dorongan kreativitas dan peran komunitas

•           Keterlibatan asosiasi sebagai mitra pengembangan ekonomi

Menurutnya, Surabaya terus mempercepat transformasi layanan agar investor dan pelaku UMKM dapat tumbuh dalam ekosistem yang modern dan transparan.

Sesi ketiga diisi oleh Dr. Roro Dyah Eko Setyowati, S.Sos., S.E., M.M., CIPA., CIGS., CISHR., Associate Professor FISIP UHT. Dengan materi “Sustainable Business Models dan Peran Akademisi dalam Mendorong Ekonomi Sirkular Kota Surabaya”, ia mengangkat isu keberlanjutan sebagai urgensi strategis kota besar.

Dr. Roro menyampaikan bahwa Surabaya sebagai kota metropolitan menghadapi tantangan serius, termasuk volume sampah mencapai 3.000 ton per hari, konsumsi energi, emisi transportasi, dan tingginya penggunaan material. Ekonomi sirkular menjadi solusi untuk menekan limbah sekaligus meningkatkan efisiensi sumber daya.

Ia memaparkan sejumlah poin penting, di antaranya:

•           Konsep dasar ekonomi sirkular

•           Pentingnya sustainable business model bagi kota besar

•           Peran akademisi dalam riset, inovasi, literasi, dan pendidikan

•           Kolaborasi multipihak sebagai penghubung sektor industri, pemerintah, dan masyarakat

•           Inkubasi start-up berbasis keberlanjutan

•           Monitoring kebijakan daerah

•           Peluang strategi bisnis ramah lingkungan

•           Tantangan penerapan ekonomi sirkular

•           Rekomendasi aksi implementatif

“Akademisi bukan hanya pengamat, tetapi motor penggerak yang menjembatani berbagai pihak untuk mewujudkan transformasi keberlanjutan,” tegasnya.

Setiap sesi diakhiri dengan tanya jawab yang berlangsung aktif. Para mahasiswa, dosen, dan tamu undangan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali lebih dalam strategi kewirausahaan digital, peluang investasi, hingga inovasi ekonomi sirkular.

Seminar Nasional INOVBOYO berhasil menjadi ruang bertemunya ide, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor, sekaligus memperkuat komitmen FISIP UHT dalam mendorong pembangunan berkelanjutan dan penguatan ekosistem intelektual di Surabaya.(Arifin)