Ambon, Indonesiajayanews.com – TNI AL-Kodaeral IX. (31/03/2026).
Wakil Komandan Kodaeral IX Laksma TNI Dr. Muhammad Risahdi mewakili Komandan Kodaeral IX, Laksda TNl Hanarko Djodi Pamungkas, S.H. menghadiri pertemuan bersama SKK Migas dalam pembahasan penyediaan tanah untuk pembangunan kilang pencairan gas alam beserta fasilitas pendukung Proyek Strategis Nasional (PSN) Pengembangan Lapangan Abadi Wilayah Kerja Masela pada Selasa(31/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 6 Kantor Gubernur Maluku tersebut, dipimpin Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dihadiri Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, seluruh unsur Forkopimda Provinsi Maluku dan perwakilan dari SKK Migas.
Dalam pertemuan tersebut, salah satu poin utama yang dibahas adalah dukungan aspek keamanan, baik maritim maupun darat, guna menjamin kelancaran pelaksanaan proyek strategis nasional tersebut.

Ditekankan pentingnya sinergi antara TNI dan Polri, khususnya peran Kodaeral IX di wilayah perairan, dalam menjaga stabilitas keamanan selama tahapan proyek berlangsung.
Mewakili Dankodaeral IX, Wadan Kodaeral IX menyampaikan bahwa TNI Angkatan Laut, khususnya Kodaeral IX, siap mendukung penuh pengamanan proyek strategis nasional di wilayah Maluku.
Dukungan tersebut akan diwujudkan melalui penguatan patroli keamanan laut, pengamanan objek vital, serta koordinasi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan aman dan lancar.
Dukungan pengamanan juga mencakup perlindungan terhadap personel survei, pengamanan aset dan material di lokasi proyek, hingga menjamin kelancaran jalur logistik maritim yang menjadi urat nadi distribusi material konstruksi.
Dengan adanya koordinasi lintas sektor ini, diharapkan seluruh tahapan pengembangan Lapangan Abadi Blok Masela dapat berjalan aman, tertib, dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Keikutsertaan Kodaeral IX dalam forum tersebut menunjukkan komitmen TNI Angkatan Laut dalam mendukung kebijakan pemerintah, khususnya dalam pengamanan proyek strategis nasional yang memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di wilayah Maluku. (Arifin/@Dispen Kodaeral IX).












