BANGKALAN, Indonesiajayanews.com – Semangat gotong royong dan kemanunggalan TNI-Rakyat kembali bergema di Kabupaten Bangkalan. Pemerintah Kabupaten Bangkalan bersama TNI dan Polri resmi membuka pelaksanaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 di Desa Galis Dajah, Kecamatan Konang, Rabu (22/4/2026). Program strategis ini menjadi bukti nyata komitmen lintas sektor dalam mempercepat pembangunan desa tertinggal dan mengentaskan kemiskinan ekstrem.
Bukan sekadar seremoni pembukaan, momen ini menandai dimulainya operasi bakti selama 30 hari penuh, terhitung hingga 22 Mei 2026. Sebanyak 150 personel gabungan dari TNI, Polri, dan instansi terkait akan turun langsung ke lapangan, berbaur dengan warga untuk mewujudkan perubahan fisik dan sosial yang signifikan.
Fokus pada Kebutuhan Dasar: Rumah dan Air Bersih
Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menjelaskan bahwa pemilihan Desa Galis Dajah sebagai lokasi sasaran didasarkan pada urgensi kondisi riil di lapangan. Desa ini masih menghadapi tantangan berat, khususnya tingginya angka kemiskinan ekstrem serta minimnya infrastruktur dasar penunjang kehidupan.
“TMMD ini bukan hanya tentang pengecoran jalan atau pembangunan fisik semata, tetapi tentang menghadirkan harapan baru. Kita ingin memastikan warga Galis Dajah merasakan peningkatan kualitas hidup secara nyata, mulai dari tempat tinggal yang layak hingga akses air bersih yang selama ini menjadi mimpi,” ujar Lukman saat membuka acara.
Dalam pelaksanaannya, prioritas utama TMMD ke-128 difokuskan pada:
Pembangunan dan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH): Memberikan kepastian tempat tinggal yang aman dan nyaman bagi keluarga prasejahtera.
Penyediaan Akses Air Bersih: Menjawab krisis air bersih yang kerap menghantui masyarakat, sekaligus mendukung kesehatan dan sanitasi lingkungan.
Pemberdayaan Masyarakat: Melibatkan warga dalam setiap proses pembangunan untuk menumbuhkan rasa memiliki dan kemandirian.
Menghidupkan Kembali Semangat Gotong Royong
Lebih dari aspek fisik, Bupati Lukman Hakim menekankan nilai luhur yang dibawa oleh TMMD. Program ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat kembali semangat gotong royong yang mungkin mulai terkikis, serta mempererat ikatan emosional antara aparat keamanan dan rakyat.
“Ketika TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat bersatu padu, tidak ada hambatan yang tidak bisa dilewati. TMMD adalah bukti bahwa sinergi adalah kunci utama percepatan pembangunan. Kehadiran bapak-bapak berseragam loreng di tengah warga adalah simbol bahwa negara hadir di pelosok desa,” tambah Lukman dengan penuh semangat.
Harapan Baru bagi Galis Dajah
Dengan adanya intervensi masif ini, Desa Galis Dajah diharapkan bertransformasi menjadi desa yang lebih mandiri dan sejahtera. Perbaikan infrastruktur dasar diproyeksikan akan memicu efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian lokal dan peningkatan taraf hidup warga.
Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD ke-128 menegaskan bahwa seluruh personel akan bekerja dengan prinsip “dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat”. Mereka siap tinggal di tengah masyarakat, memahami keluhan warga, dan menyelesaikan masalah bersama-sama.
Melalui TMMD ke-128 ini, Pemkab Bangkalan mengirimkan pesan kuat: tidak ada desa yang tertinggal sendirian. Kolaborasi solid antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah menjadi lokomotif penggerak menuju Bangkalan yang maju, adil, dan sejahtera bagi seluruh lapisan masyarakat.(Miskawi/Humas-bangkalan)












