Pemerintahan

Tembus Rak Indomaret, Pemkab Bangkalan Kurasi Produk UMKM Bersama BTN: Syarat Ketat Jadi Kunci Naik Kelas ke Pasar Regional

1155
×

Tembus Rak Indomaret, Pemkab Bangkalan Kurasi Produk UMKM Bersama BTN: Syarat Ketat Jadi Kunci Naik Kelas ke Pasar Regional

Sebarkan artikel ini

BANGKALAN, Indonesiajayanews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan mengambil langkah konkret untuk mendongkrak daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskopumdag), Pemkab Bangkalan menggelar kegiatan kurasi produk intensif di kantor dinas setempat, Kamis (23/4/2026). Langkah ini merupakan bagian dari kemitraan strategis tiga pilar: pemerintah daerah, ritel modern nasional (Indomaret), dan perbankan (Bank BTN).

Kolaborasi ini dirancang bukan sekadar untuk pameran, melainkan sebagai jembatan emas bagi UMKM Bangkalan untuk menembus rantai pasok modern (modern trade) dan mendapatkan akses permodalan yang lebih luas.

Kurasi Ketat: Syarat Wajib NIB dan Halal

Kepala Diskopumdag Bangkalan, Moh. Rasuli, menegaskan bahwa program ini adalah filter sekaligus akselerator bagi UMKM untuk “naik kelas”. Dalam proses kurasi, standar kualitas diterapkan secara ketat untuk memastikan produk layak bersaing di pasar regional.

“Ini adalah bentuk nyata sinergi antara Pemkab Bangkalan, Indomaret, dan BTN. Kami tidak hanya membuka akses pemasaran ke rak-rak Indomaret, tetapi juga memfasilitasi penyaluran modal usaha. Namun, semua itu menuntut kesiapan produk yang prima,” ujar Rasuli di sela-sela kegiatan.

Rasuli merinci persyaratan mutlak yang harus dipenuhi pelaku UMKM, meliputi:

Legalitas Usaha: Memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) yang valid.

Standar Keamanan Pangan: Wajib memiliki sertifikat Halal dan izin PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga).

Labeling Lengkap: Mencantumkan komposisi bahan, tanggal produksi, dan masa kedaluwarsa (expired date) yang jelas pada kemasan.

Uji Kualitas di Surabaya: Menuju Pasar Nasional

Proses seleksi tidak berhenti di Bangkalan. Setiap pelaku UMKM diwajibkan mengajukan dua produk unggulannya untuk menjalani uji lanjut di Surabaya. Tahap ini krusial untuk menguji ketahanan produk (durability), konsistensi rasa, dan kelayakan distribusi jarak jauh sebelum masuk ke jaringan distribusi Indomaret yang luas.

“Melalui tahapan rigorous ini, kami ingin memastikan produk UMKM Bangkalan benar-benar siap tempur. Target kami bukan lagi pasar lokal, melainkan pasar regional Jawa Timur hingga nasional. Produk harus tahan banting dalam logistik dan diminati konsumen luas,” tambah Rasuli.

Dampak Ekonomi Ganda: Pemasaran dan Modal

Kehadiran Bank BTN dalam ekosistem ini memberikan nilai tambah signifikan. Selain akses pasar, UMKM yang lolos kurasi akan mendapat pendampingan dan akses kemudahan kredit untuk ekspansi produksi guna memenuhi permintaan ritel modern.

Rasuli berharap momentum ini dimanfaatkan maksimal oleh para pelaku usaha. “Jangan sampai peluang emas ini terlewat. Jika produk UMKM Bangkalan mampu mengisi etalase Indomaret di berbagai kota, dampaknya akan luar biasa bagi perputaran ekonomi daerah. Ini adalah jalan tol menuju kemandirian ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

Melalui inisiatif ini, Pemkab Bangkalan mempertegas komitmennya membangun ekosistem UMKM yang tangguh, terstandarisasi, dan berkelanjutan, menjadikan sektor ini sebagai lokomotif utama pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bangkalan di tahun 2026.(Humas-Bangkalan)