Pemerintahan

Jambore BUMDesa Bangkalan: Bupati Lukman Hakim Dorong “Satu Desa Satu Produk”, Sinergikan BUMDesa dan Koperasi Merah Putih sebagai Lokomotif Ekonomi

1131
×

Jambore BUMDesa Bangkalan: Bupati Lukman Hakim Dorong “Satu Desa Satu Produk”, Sinergikan BUMDesa dan Koperasi Merah Putih sebagai Lokomotif Ekonomi

Sebarkan artikel ini

BANGKALAN, Indonesiajayanews.com – Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) diproyeksikan menjadi lokomotif utama penggerak perekonomian di tingkat akar rumput. Visi strategis ini ditegaskan oleh Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, saat membuka kegiatan Jambore BUMDesa Kabupaten Bangkalan di Pendopo Pratanu, Kamis (23/4/2026). Di hadapan ratusan pengelola BUMDesa se-Kabupaten Bangkalan, Lukman menyerukan agar setiap desa segera membangun kemandirian ekonomi melalui optimalisasi potensi lokal.

“Kemandirian ekonomi desa tidak bisa lagi hanya menjadi wacana. Setiap desa wajib memiliki minimal satu produk unggulan atau potensi khas yang dikelola secara profesional oleh BUMDesa. Konsep ‘Satu Desa Satu Produk’ harus kita wujudkan nyata,” ujar Lukman dengan nada tegas namun memotivasi.

Sinergi BUMDesa dan Koperasi Desa Merah Putih

Dalam sambutannya, Bupati juga menyoroti dinamika kelembagaan ekonomi desa terkini, khususnya kehadiran program strategis nasional, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Lukman menekankan bahwa keberadaan KDMP bukanlah ancaman atau pengganti peran BUMDesa, melainkan mitra strategis yang saling melengkapi (komplementer).

“Sering muncul pertanyaan, apakah KDMP akan menggantikan BUMDesa? Jawabannya jelas: tidak. Keduanya adalah dua sayap yang sama-sama penting untuk menerbangkan ekonomi desa. BUMDesa fokus pada pengelolaan aset dan potensi spesifik desa, sementara KDMP dapat menjadi wadah agregasi dan penguatan modal. Sinergi keduanya akan menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih kokoh,” jelasnya.

Lukman menambahkan bahwa program turunan seperti Satuan Pelayanan Pangan Grobogan (SPPG) yang dikelola KDMP berpotensi besar menyerap hasil produksi desa, mulai dari sektor pertanian, peternakan, hingga industri rumahan. “Ini adalah peluang emas. BUMDesa memproduksi, KDMP memasarkan dan memperkuat permodalan. Kolaborasi inilah yang akan memutus rantai kemiskinan di desa,” tambahnya.

Pameran Inovasi dan Penguatan Kapasitas

Jambore BUMDesa tahun ini tidak hanya diisi dengan sesi pembinaan dan diskusi strategis, tetapi juga diramaikan dengan pameran produk unggulan (expo). Berbagai kecamatan menampilkan karya terbaik BUMDesa mereka, mulai dari olahan pangan, kerajinan tangan, hingga layanan jasa berbasis teknologi.

Bupati Lukman Hakim turut meninjau langsung stan-stan pameran, memberikan apresiasi terhadap inovasi yang ditampilkan, serta berdialog langsung dengan para pelaku usaha desa untuk menggali kendala dan peluang pengembangan lebih lanjut.

“Jambore ini adalah media belajar bersama. Kita ingin melihat kreativitas tanpa batas dari anak-anak desa. Melalui event ini, kapasitas pengelolaan BUMDesa harus meningkat, jaringan pemasaran meluas, dan yang terpenting, kepercayaan diri masyarakat desa dalam berwirausaha semakin tumbuh,” pungkas Lukman.

Melalui momentum Jambore BUMDesa 2026 ini, Pemkab Bangkalan berkomitmen penuh untuk terus mendampingi transformasi ekonomi desa. Dengan fondasi BUMDesa yang kuat dan sinergi lembaga yang tepat, diharapkan perputaran ekonomi di pedesaan Bangkalan akan semakin deras, menciptakan kesejahteraan yang merata dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.(Miskawi/Humas-bangkalan)