BANGKALAN, Indonesiajayanews.com – Nuansa kebanggaan dan keanggunan tradisional menyelimuti Pendopo Agung R.A. Tjakraningrat, Kabupaten Bangkalan, Senin (20/4/2026). Puluhan Ketua TP PKK dari berbagai kelurahan dan desa se-Kabupaten Bangkalan tampil memukau dalam balutan kebaya nusantara, memeriahkan parade dan lomba busana dalam rangka peringatan Hari Kartini Tahun 2026.
Acara ini bukan sekadar ajang unjuk keindahan busana, melainkan sebuah deklarasi visual tentang bangkitnya semangat emansipasi. Setiap helai kain dan motif kebaya yang dikenakan para peserta menjadi simbol identitas perempuan Indonesia yang kuat, berkarakter, namun tetap menjunjung tinggi akar tradisi leluhur.
Lebih Dari Sekadar Seremoni
Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, dalam sambutannya menekankan bahwa peringatan Hari Kartini harus dimaknai secara substansial, melampaui batas seremoni tahunan semata. Bagi Lukman, sosok R.A. Kartini tetap relevan sebagai inspirasi utama dalam roda pembangunan daerah saat ini.
“Hari Kartini adalah momentum refleksi untuk terus menghargai peran strategis perempuan. Kini, pintu kesempatan terbuka lebar; perempuan memiliki ruang setara dengan laki-laki untuk berkontribusi di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga sosial kemasyarakatan,” ujar Lukman di hadapan ratusan hadirin.
Bupati juga memberikan apresiasi tinggi kepada Tim Penggerak PKK yang konsisten menjadi garda terdepan dalam memberdayakan keluarga dan masyarakat di tingkat akar rumput. “Tanpa keterlibatan aktif ibu-ibu PKK, program pembangunan di desa dan kelurahan tidak akan berjalan optimal,” tambahnya.
Keakraban dan Doa Ulang Tahun
Suasana hangat semakin terasa ketika acara dirangkai dengan perayaan ulang tahun Ketua TP PKK Kabupaten Bangkalan, Lutfiyana Lukman Hakim. Momen spesial ini diisi dengan doa bersama dan potong tumpeng, yang secara spontan mempererat tali silaturahmi antarpeserta. Kehadiran ibu bupati yang akrab menyapa para ketua PKK dari berbagai kecamatan menciptakan atmosfer kekeluargaan yang kental.
Lutfiyana, dalam kesempatan tersebut, mengajak seluruh perempuan Bangkalan untuk terus menyalakan “pelita” Kartini di era modern. “Mari kita buktikan bahwa perempuan Bangkalan mampu menjadi motor penggerak perubahan, mandiri, dan berdaya saing tanpa kehilangan jati diri sebagai ibu dan pendidik utama keluarga,” ungkapnya.
Inspirasi Menuju Bangkalan Maju
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bangkalan berharap nilai-nilai perjuangan Kartini tidak hanya dikenang, tetapi diimplementasikan dalam tindakan nyata. Semangat untuk berkarya, mandiri, dan berani mengambil peran diharapkan menjadi fondasi kokoh bagi terwujudnya masyarakat Bangkalan yang lebih maju, sejahtera, dan bermartabat.
Parade kebaya yang ditutup dengan foto bersama di tangga Pendopo Agung itu menjadi bukti bahwa di balik kelembutan sikap dan keindahan busana tradisional, tersimpan kekuatan besar perempuan Bangkalan yang siap membangun negeri.(Miskawi/humas-Bangkalan)












