Pemerintahan

Dishub Bangkalan Intensifkan Keselamatan Transportasi Berbasis Domisili Korban

1223
×

Dishub Bangkalan Intensifkan Keselamatan Transportasi Berbasis Domisili Korban

Sebarkan artikel ini

Bangkalan, Indonesiajayanews.com – Pemerintah Kabupaten Bangkalan melalui Dinas Perhubungan menggelar kegiatan Intensifikasi Keselamatan Transportasi Berbasis Domisili Korban melalui Pemberdayaan Aparatur Kecamatan dan Desa, Rabu (22/4/2026), di Pendopo Kecamatan Bangkalan.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas yang masih menjadi perhatian serius di wilayah Bangkalan. Pendekatan yang dilakukan tidak lagi hanya berfokus di jalan raya, melainkan dimulai dari lingkungan tempat tinggal korban.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bangkalan, Moh Hasan Faisol, menegaskan bahwa setiap kecelakaan memiliki dampak luas, tidak hanya bagi korban tetapi juga keluarga.

“Setiap korban kecelakaan bukan sekadar angka statistik. Mereka adalah warga kita, tetangga kita, keluarga kita. Ketika satu orang menjadi korban, satu keluarga ikut terdampak secara sosial dan ekonomi,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa melalui kegiatan ini, terdapat tiga fokus utama yang akan diperkuat. Pertama, pemetaan berbasis domisili korban untuk mengetahui titik rawan kecelakaan sekaligus asal korban, sehingga aparatur desa dapat melakukan edukasi secara langsung dan tepat sasaran.

Kedua, pemberdayaan aparatur kecamatan dan desa sebagai agen keselamatan. Menurutnya, camat, kepala desa, hingga perangkat wilayah memiliki peran penting dalam menyampaikan edukasi kepada masyarakat melalui berbagai forum, seperti pengajian, rembug desa, hingga pengeras suara masjid.

Ketiga, penguatan kolaborasi pentahelix dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Bhabinkamtibmas, Babinsa, tokoh masyarakat, sekolah, hingga komunitas.
“Keselamatan transportasi harus dimulai dari desa. Aparatur wilayah adalah ujung tombak perubahan perilaku masyarakat,” tambahnya.

Ia juga menyoroti berbagai kebiasaan masyarakat yang berpotensi memicu kecelakaan, seperti menutup jalan tanpa izin, menggunakan bahu jalan untuk berjualan, hingga membiarkan anak di bawah umur mengendarai sepeda motor.
Melalui kegiatan ini, Dishub Bangkalan mengajak seluruh aparatur kecamatan dan desa untuk menjadi pelopor keselamatan di wilayah masing-masing.

“Jangan menunggu kejadian di jalan. Pencegahan harus dimulai dari rumah dan lingkungan. Mari kita jadikan keselamatan sebagai budaya bersama,” pungkasnya.(Miskawi/humas-bangkalan)