Pemerintahan

Diskominfo Jatim Tingkatkan Kesiapsiagaan Pegawai Lewat Sosialisasi dan Simulasi Kebakaran

883
×

Diskominfo Jatim Tingkatkan Kesiapsiagaan Pegawai Lewat Sosialisasi dan Simulasi Kebakaran

Sebarkan artikel ini

Surabaya, Indonesiajayanews.com – Meningkatkan kesiapsiagaan aparatur dalam menghadapi kondisi darurat serta meminimalkan risiko kebakaran di lingkungan kerja, Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur (Diskominfo Jatim) menggelar sosialisasi dan simulasi penanggulangan kebakaran bagi pegawai, petugas keamanan, dan petugas kebersihan di halaman Kantor Diskominfo Jatim, Surabaya, Jumat (17/4/2026).

Sekretaris Diskominfo Jatim, Suharlina Kusumawardani mengatakan, kegiatan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan aparatur dalam menghadapi kondisi darurat di lingkungan kerja. Menurutnya, tingginya aktivitas kerja yang didukung pemanfaatan teknologi informasi serta sistem kelistrikan menimbulkan potensi risiko kebakaran yang perlu diantisipasi secara serius dan terencana.

“Kegiatan kolaborasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya ini diharapkan pegawai memperoleh pemahaman mengenai pencegahan kebakaran, prosedur evakuasi, hingga langkah penanganan awal saat terjadi insiden kebakaran,” ucapnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga mendukung penerapan Sistem Manajemen Keamanan Informasi sesuai standar ISO 27001:2022, khususnya dalam mitigasi risiko gangguan fisik. Upaya penanggulangan kebakaran dinilai menjadi bagian penting dalam melindungi aset informasi sekaligus menjaga keberlangsungan layanan organisasi.

“Seluruh pegawai diharapkan memahami prosedur evakuasi, mampu menggunakan alat pemadam api ringan secara tepat, serta siap menghadapi kondisi darurat secara cepat dan terkoordinasi,” ujarnya.

Sementara itu, Staf Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran Damkar Kota Surabaya, Hariyanto mengingatkan pentingnya ketenangan dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan saat terjadi insiden kebakaran. Menurutnya, langkah evakuasi yang tertib dapat membantu mencegah kepanikan serta meminimalkan risiko bagi seluruh pegawai. “Yang pertama jangan panik, ikuti jalur evakuasi dan langsung menuju titik kumpul,” jelasnya. (Arifin/Kominfo)